Postingan

Menampilkan postingan dari November 25, 2025

Selamat Hari Guru, Kita Semua adalah Guru. Sebagai anak, istri atau orang tua.

Gambar
  Hari Guru adalah momen yang tepat untuk merenungkan betapa besar peran seorang guru dalam hidup kita. Bukan hanya guru di sekolah atau universitas, tetapi juga semua orang yang telah memberikan ilmu dan inspirasi kepada kita. Kami ingin mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada guru-guru kami, yang telah membimbing kami dengan sabar dan penuh dedikasi. Ilmu yang kalian berikan telah menjadi bekal berharga dalam mengarungi kehidupan ini. Kepada guru-guru yang saat ini mendidik anak-anak kami, kami juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya. Kalian adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang membentuk generasi penerus bangsa. Semoga setiap ilmu dan nilai-nilai luhur yang kalian tanamkan menjadi bekal bagi anak-anak kami untuk meraih masa depan yang gemilang. Tak lupa, kami juga ingin berterima kasih kepada orang tua kami, guru pertama kami yang tak pernah lelah membimbing dan mencintai kami. Kini, kami merasakan peran itu kembali hadir dalam wujud anak-anak kami. Mereka...

Seni Berdagang

Gambar
*KERUGIAN YANG MENGUNTUNGKAN* Ada sebuah nasihat dari guru kami, Al-Allamah Al-Habib Salim Asy-Syatiri yang sifatnya memotivasi dan menjaga semangat. Beliau berkata, ٱلتِّجَارَةُ فِيهَا بَرَكَةٌ وَإِنْ خَسِرَ _Perdagangan itu mengandung keberkahan, meskipun mengalami kerugian._ Nasihat ini menarik karena mengandung kontradiksi, sesuatu disebut berkah padahal rugi. Sebab biasanya kalau kita berdagang sesuatu, kita mengira berkah itu jika laris. Apalagi kalau larisnya cepat, masih siang namun dagangan sudah habis. Berkah sekali hari ini! Nasihat ini hendak menanamkan nilai penting untuk kita bahwa keberkahan tidak selalu hadir dalam bentuk keuntungan materi. Kadang ia datang sebagai keberanian baru, pengalaman mahal, keteguhan hati, atau jaringan yang terbentuk dalam proses jatuh dan bangun. Memang betul rugi itu berarti kita mengalami kehilangan. Tetapi mengapa kita hanya fokus pada apa yang hilang saja, alih-alih kita fokus apa yang terbentuk setelah kehilangan tersebut? Perhati...