Temanmu yang dulu rangking 1 di sekolah sekarang gimana kabarnya?Teman mu yang dulu lulus cumlaude sekarang dimana?

Alhamdulillahilladzi bi ni'matihi tatimmush sholihat,  Qadarullah because life happened.

Hamil, melahirkan, menyusui tiga anak itu tidak mudah. IRT, working mom, Jualan sambil nulis receh sambil hidup tentunya.
And no, ini bukan cerita "superwoman."
Melainkan cerita tentang pilihan hidup yang sadar dan harga yang dibayar dengan tenang. That's worth it!

Tapi yang paling saya syukuri justru bukan titel, ijazah², sertifikat Keahlian atau piala² kejuaraan itu.. 

Plus terbesar dalam hidup saya hari ini adalah ini:
saya bisa mendesain pembelajaran sendiri untuk anak-anak saya dan anak² orang yang belajar sama saya. Not based on tren, or based on fear, but based on worldview.

Waktu kerja fleksibel.
Bisa ngajar, nulis, tanpa meninggalkan peran sebagai ibu. Saya hadir di rumah bukan sebagai "ibu capek yang cuma menunaikan tugas", namun sebagai manusia utuh yang tetap bertumbuh.
Setiap pertemuan di kelas, membawa energi baru untuk di rumah. 

Dan ini poin pentingnya, please don’t miss this.
Semua ini bukan karena saya perempuan, bukan juga karena saya ingin membuktikan apa-apa pada manusia.

Sebab sejak awal saya paham satu hal ilmu itu alat penghambaan, bukan alat kompetisi.

Saya sekolah tinggi bukan untuk meninggalkan rumah. Berilmu bukan untuk merendahkan pilihan perempuan lain. Berkarier bukan untuk menafikan peran keibuan.. 

Justru sebaliknya. Ilmu membuat saya lebih waras sebagai ibu, lebih tenang sebagai istri, lebih jernih membaca realitas.

So when people ask, "Capek nggak sih?"
Jawabannya, O capek, tentu.

Tapi tidak kosong, because when your life is aligned—iman, ilmu, peran, dan tujuan— lelah itu tidak merusak.
Malah menjadi lelah yang mendewasakan.

And no, this is not empowerment dan bukan narasi "perempuan harus begini."
Saya hanya ingin menyampaikan bahwa perempuan boleh memilih jalan hidupnya dengan sadar, berilmu, dan bertanggung jawab.

That’s it. Till jannah, insyaAllah.

Temanmu yang dulu rangking 1 di sekolah sekarang gimana kabarnya?

Teman mu yang dulu lulus cumlaude sekarang dimana?

Pintar itu tidak salah bahkan bagus. Akan tetapi pintar saja belum cukup, kita juga harus cerdas.
Apa bedanya "pintar" dan "cerdas"? Saya yakin banyak perempuan jauh lebih tahu.

Rocky Gerung pernah mengatakan bahwa ijazah itu hanya sebagai tanda bahwa kita telah pernah menempuh pendidikan. 

Sebuah perusahaan rekrutmen pegawai mengatakan bahwa ijazah itu hanya berguna sampai tahapan wawancara.

Mendikdasmen baru2 ini mengatakan bahwa 60% lulusan perguruan tinggi bekerja diluar disiplin ilmu yang dimilikinya.

So,...lanjut beliau, ilmu itu ada dua macam,  Hard skill dan Soft skill.
Nah, dalam dunia kerja  dan dalam menjalani hidup, yang dominan berperan adalah soft skill baru kemudian hard skill.
Kalau saya memberikan istilah soft skill itu sebagai "inner skill", inner skill itu dibawa sejak lahir.

Saya setuju bahwa ilmu dan gelar bukan sekedar untuk gagah2an atau untuk agar merasa lebih dari orang lain. 
Akan tetapi ilmu adalah tentang kwalitas pengabdian kita di masyarakat, dan tentang kwalitas dalam sikap hidup sudut pandang melihat suatu masalah, dan yang lebih penting adalah tentang kwalitas dalam mendidik anak-anak dan tentang kwalitas pembinaan  sebuah rumah tangga. 

Terakhir, ..dengan ilmu pula akan menjadikan hubungan hamba dengan TuhanNya insya Allah akan lebih berkualitas.

Wallahu a'lam...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BANK SOAL SAS SD KELAS 1 - 6 LENGKAP

Perangkat Ajar IKM SD kelas 1 s.d 6

Administrasi lengkap SD SMP SMA